MAN Yogyakarta III

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Iptek Sumber Tenaga Listrik Dari Tubuh Manusia

Sumber Tenaga Listrik Dari Tubuh Manusia

E-mail Cetak

Berjalan menghasilkan energi listrik

Esqmagazine.com - Sumber tenaga listrik ternyata disediakan oleh alam dalam berbagai bentuk dan murah. Salah satunya adalah sumber tenaga listrik dari tubuh manusia. Milan Karki (18 tahun) menemukannya dari rambut. Milan menemukan tipe panel solar baru yang terbuat dari rambut manusia yang dapat menggantikan fungsi silikon.

Milan menemukan bahwa melanin (pigmen yang memberikan warna pada rambut) sangat sensitif terhadap cahaya, inilah yang menyebabkan rambut dapat berfungsi sebagai konduktor dan bisa memperbaharui energi yang dikeluarkannya. Selain itu, dengan digantikannya silikon sebagai konduktor oleh rambut, otomatis harga panel solar bisa lebih murah.

Solar panel tersebut menghasilkan energi sebesar 9 V (18 W), dan untuk membuatnya butuh biaya sekitar Rp 379.500. Namun, bila diproduksi secara massal, menurut Milan, harga jualnya bisa mencapai separuh atau bahkan seperempat dari modal awal yang diperlukan untuk membuatnya. Solar panel ini dapat digunakan untuk mengisi baterai ponsel maupun penyedia listrik sepanjang malam.

Tak hanya rambut, aliran darah kita ternyata juga bisa menghasilkan energi yang dapat menghidupkan iPod dan ponsel. Konversi getaran frekuensi rendah seperti gerakan tubuh, degup jantung, juga bisa diubah menjadi listrik menggunakan jaringan nano oksida zinc. Jaringan nano ini adalah piezoelectric, bahan yang menghasilkan listrik terkini ketika terhubung dengan tekanan mekanis.

Jadi, kelak saat kita berjalan-jalan jarak jauh, maka gerakan tubuh kita bisa menghasilkan energi listrik. Beragam piranti elektrik kecil seperti iPod atau ponsel dapat terhubung ke lutut kita demi “menyedot” energi melalui alat nano super mungil seukuran seperdualima rambut manusia.

Menurut Zhong Lin Wang, profesor School of Material Science and Engineering di Georgia Institute of Technology, jaringan nano bisa terbuat dari bahan metal, keramik, polimer atau kain. Bahkan alat ini bisa juga ditanamkan di bawah kulit manusia. (med/kmps/ika)


Sumber: Esqmagazine.com