Kalau kita perhatikan kondisi sekolah-sekolah itu kurang begitu segar. Padahal suasana yang teduh, segar dan nyaman sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar-mengajar. Bisa kita bayangkan, betapa tidak enaknya bila kita harus belajar di sekolah yang hawanya panas, gerah, suasananya gersang, dan udaranya pengap.
Sayangnya, kondisi seperti ini masih belum disadari oleh para pengelola sekolah. Mungkin penyebabnya adalah :
- Sekolah-sekolah lebih mengutamakan membangun dengan semen, bahkan tidak mustahil sampai diaspal, sehingga keadan lingkungannya tampak gersang sekali.
- Lahan yang ada sangat terbatas. Pengelola sekolah memandang bahwa dengan lahan yang sangat terbatas itu tidak memungkinan untuk diadakan taman, apalagi hutan sekolah.
- Dalam hal-hal yang berkaitan dengan pertamanan dan penghutanan, sekolah butuh air yang jumlahnya tidak sedikit. Padahal untuk memenuhi kebutuhan air semua warga sekolah saja, belum tentu cukup.
- Belum adanya penerapan pengetahuan tentang pelestarian lingkungan yang baik.
- Warga sekolah cukup banyak, namun mutu dan SDM-nya yang masih di bawah rata-rata sehingga usaha untuk melakukan penghutanan dan pertamanan sering mencapai kegagalan. Memang benar, membangun, atau membuat taman atau hutan sekolah masih jauh lebih mudah daripada merawatnya...
Meskipun banyak kendalanya, namun sebenarnya sosialisasi tentang manfaat taman dan hutan sekolah perlu terus digemakan. Apa sih manfaat taman dan hutan sekolah?
- Manfaat hutan sekolah : a. Sebagai sarana penyerap dan penyimpan air pada musim hujan b. Tempat mensuplay oksigen yang menyebabkan udara di lingkungan sekitarnya sejuk c. Sebagai tempat berteduh atau melindungi dari panasnya terik matahari d. Mengurangi kebisingan e. Sebagai sumber pendidikan/penelitian, khususnya penelitian biologi. f. Sebagai tempat pelestarian tanaman langka
- Manfaat taman sekolah : a. Sebagai penyerap air jika turun hujan. b. Sebagai tempat mensuplay oksigen. c. Tempat keindahan. d. Untuk tempat beristirahat e. Untuk proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar).
Nah, kalau kita sudah menyadari apa manfaat dari taman dan hutan sekolah itu, mestinya kita akan berusaha mewujudkannya di madrasah kita. Untuk ini tentu tak bisa sim salabim saja. Harus ada langkah-langkah nyata ke arah itu. Bagaimana langkah-langkahnya? Menurut pendapat saya, langkah yang harus diambil al :
- Langkah penghutanan sekolah: a. penentuan lokasi (perlu pendekatan birokrasi, misalnya dengan kepala sekolah/madrasah) b. persiapan penanaman hutan. c. menggerakkan siswa (atau tenaga khusus) untuk penanaman hutan. d. penyiraman (terutama pada pertumbuhan awal) secara rutin e. pengamanan dari kerusakan.
- Langkah pertamanan sekolah a. penentuan lokasi b. penataan taman c. pemeliharaan jenis tanaman d. pengamanan dari kerusakan
Saya menyadari sepenuhnya, upaya mewujudkan taman, terlebih-lebih hutan sekolah, pasti tidak akan mudah. Banyak tantangan, hambatan dan keterbatasan yang biasanya dihadapi oleh sekolah. Paling tidak hal-hal di bawah ini adalah merupakan kendala yang akan dihadapi, dalam merintis keberadaan taman dan hutan sekolah, yaitu :
- Jarang sekolah yang memiliki lahan yang cukup untuk merintis hutan
- Penerapan pengetahuan dan kesadaran terhadap lingkungan masih rendah.
- Sumber dana, baik untuk pengadaan maupun pemeliharaan cukup besar.
- Pengelola sekolah menganggap keberadaan hutan sekolah dan taman sekolah tidaklah penting, sehingga tidakdiprioritaskan.
- Pemahaman yang keliru tentang hutan, seolah hutan itu harus luas, tempat binatang yang berbahaya (semisal ukar, dsb.)
- Pandangan keliru seolah-olah pohon-pohon besar itu tidak perlu, karena selain (dianggap) kurang indah, juga menimbulkan banyak sampah (dedaunan)
- Masyarakat merasa terganggu dengan keberadaan hutan sekolah, karena menganggap hutan itu bisa berubah menjadi sarang penyakit, tempat yang kumuh atau tempat yang kurang aman.
Untuk mengatasinya perlu diadakan langkah-langkah yang dilakukan secara terpadu. Kita tidak boleh menyerah begitu saja kepada keadaan. Justru karena kondisi yang belum sesuai dengan harapan inilah kita perlu menyusun strategi yang tepat untuk mewujudkannya. Langkah-langkah itu a.l. :
- Dengan mengadakan renovasi pola bangunan sekolah.
- Dengan mengadakan kampanye pelestarian lingkungan.
- Dengan iuran wajib setiap bulan bagi siswa, atau melibatkan sponsor.
- Dengan memberikan pendidikan yang berwawasan lingkungan.
- Dengan melibatkan guru dan siswa dalam proses persiapan, penanaman, pemeliharaan, penjagaan dan pemanfaatan hutan yang ada.
- Dengan mensosialisasikan kepada masyarakat sekitar tentang keberadaan hutan di sekolah tersebut, terutama segi-segi kemanfaatannya.
Nah, bagaimana dengan madrasah kita? Sudah saatnyakah kita merealisasikan keberadaan hutan sekolah di madrasah kita? Katau belum, lalu kapan? Nurul
Hidayah (alumni), Mahasiswa UNY




