![]() |
Majalah Siswa & Warga MAN Yogyakarta III | |||||||
| Edisi 12 | Mei 2003 | home | daftar isi | terkini | arsip | |||||||
|
Mengubah Kegagalan Menjadi Batu Loncatan Menuju Kesuksesan Oleh : Jhoni (1A) Semua pasti pernah mendengar kata “gagal”. Nah, apa sih yang dimaksud dengan kegagalan? Kegagalan adalah suatu lambang kesuksesan. Mengapa? Karena kegagalan dapat menjadi langkah awal dalam upaya baru. Jika seseorang gagal dalam berprestasi, pastilah merasa sedih. Namun kegagalan tersebut menunjukkan berapa jauh prestasinya. Kegagalan itu akan menjadi titik awal dari upaya yang berikutnya, bukan malah sebaliknya kegagalan itu menjadi penghambat. Itu membuktikan bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, tidak bersifat final. Kita sering melihat para peraih prestasi mencapai prestasi tinggi. Prestasi mereka makin hari makin meroket. Sementara yang lain makin menurun. Apa sih yang membedakan antara keduanya? Perbedaan itu terletak pada persepsi mereka tentang kegagalan serta bagaimana respon mereka tentang kegagalan itu. Jika perspektif mereka tentang kegagalan adalah langkah awal menuju sukses, maka perspektif itu akan membawa kepada ketekunan, sedang ketekunan membawa pada daya tahan yang akhirnya akan memberi kesempatan untuk meraih sukses. Namun bila persepsi mereka tentang kegagalan adalah akhir segalanya dan mereka hanya berdiam diri, jangan berharap akan maju. Semua orang pernah gagal dan membuat kekeliruan. Tentu kita pernah mendengar ungkapan “Bersalah itu manusiawi, memaafkan itu illahi” (Paul Alexander). Jika kita manusia pasti tidak akan luput dari membuat kekeliruan. Nah, bagaimana sih caranya mengubah kegagalan menjadi batu loncatan menuju sukses? Inilah caranya:
|