| |
 |
|
 |
|
 |
Di Balik Sebuah Senyum
Oleh : Ida Inurwati [1B]
Ada yang mengatakan bahwa senyuman adalah sesuatu yang aneh
tapi nyata. Walaupun semua orang punya bibir, namun untuk yang satu ini
tidak semua orang mampu melakukannya. Terlebih lagi jika orangnya sedang
marah, biasanya susah sekali lepas dari cemberut. Akhirnya wajah yang aslinya
cantik dan tampan rupawan, jadi kelihatan buruk dan menakutkan. Memang benar,
melihat orang berwajah “angker” dalam keseharian bisa menimbulkan
kesan asing dan menakutkan.
A. Sebentuk Akhlak Mulia
Bila kita renungkan, tersenyum merupakan suatu perbuatan yang punya
nilai untuk menghormati orang lain. Sebagaimana senyuman Rasulullah SAW
kepada keluarga, anak-anak, dan para sahabatnya. Begitu pun dengan para
sahabat yang menghadiri majelis beliau dengan wajah ceria serta murah senyum.
Senyuman rasulullah SAW mencerminkan indahnya akhlak beliau dalam tindak-tanduknya
sehari-hari. Manis senyumnya memancarkan kesan indah yang mempesona hingga
menembus dimensi waktu ribuan tahun dan jarak ribuan kilometer. Itupun akan
terus berlanjut hingga hari kiamat nanti.
Sampai kini kita ikut merasakan getar-getar senyuman kasih sayang beliau
melalui nilai-nilai yang terkandung dalam Alqur'an dan As-Sunnah An-Nabawiyah.
Itulah kemuliaan beliau yang mengalir lewat istri-istri dan sahabat beliau.
Begitu indahnya akhlak beliau masih terasa hingga kini.
B. Warna-warni Senyuman
Sebagaimana jamaknya suatu budaya, senyuman pun kini telah mengalami
perkembangan. Senyum menjadi sangat bervariasi dengan nilai dan karakteristiknya
masing-masing. Dari warna-warni senyuman itu dapat dibagi menjadi beberapa
macam. Diantaranya adalah sebagai berikut:
- Senyum Egois atau Sinis
Sebuah senyuman yang tidak bersahabat. Senyuman tersebut terbentuk dari
perasaan dendam kesumat. Senyum ini dapat menyakiti hati orang yang melihatnya.
- Senyum Menggoda
Sebuah senyuman nakal yang bertujuan untuk memperdayai beberapa lelaki
hidung belang. Suatu perbuatan yang dapat menjerumuskan seseorang kedalam
jurang kemaksiatan. Naudzubillahi mindzalik.
- Senyum Ketabahan
Sebuah senyuman yang muncul dari orang-orang perkasa dan jantan. Sosok-sosok
yang mampu menghadapi musibah hidupnya dengan tabah, tanpa kecengengan.
Senyum ini akan dirasakan oleh orang-orang yang merasa dekat dengan Allah.
- Senyum Ketegaran
Sebuah senyuman yang menghiasi bibir orang-orang yang berwibawa dan mempunyai
kekuatan dalam hidupnya. Biasanya mereka pernah melewati musibah yang
berat kemudian sukses. Sehingga masalah yang berat sekalipun dapat teratasi
jika seseorang mampu dan memiliki senyum seperti ini.
- Senyum Ketulusan
Sebuah senyuman yang datang dari relung hati yang paling dalam. Muncul
untuk membahagiakan, menghormati, dan memuliakan orang lain. Senyuman
ini menunjukkan kondisi paralel antara bibir (lahiriyah) dengan hati (batiniyah).
Sebuah senyuman yang dalam syariat islam mempunyai nilai ibadah, sebuah
sedekah yang mudah dan ringan. Senyuman model ini memang terasa multiguna
dalam mengarungi samudera kehidupan. Senyuman ini mampu menambah keakraban
dan hubungan dalam berkomunikasi. Baik dalam komunikasi langsung maupun
dengan media perantara. Entah itu dilakukan terhadap orang tua, teman,
atau pihak lain. Dengan kata lain, meski lawan bicara tidak bertemu langsung,
getaran senyumnya dapat menggetarkan mata batin kita. Masyaallah.
C. Manfaat Senyum
Senyum punya segudang manfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang
lain. Diantaranya adalah sebagai berikut:
- Dari segi penampilan
Senyuman dapat memperbaiki penampilan dan menambah daya tarik. Walaupun
yang tersenyum adalah kakek-kakek yang ompong dan keriput, namun senyuman
tetap menjadikannya lebih baik. Sepertinya mempunyai makna dan nuansa
tersendiri, mungkin lebih manis kesannya, lebih indah dan menyejukkan
hati. Dengan senyum kita akan lebih dihargai dan disegani.
- Dari segi kesehatan
Orang yang murah senyum biasanya terjaga dari penyakit yang namanya stress.
Jantungnya akan berdetak secara normal, sehingga terhindar dari berbagai
macam penyakit ketegangan. Menjalani kehidupan sehari-hari dengan hati
yang senang dan ceria membuat tubuh lebih sehat dan awet muda. Menurut
pendapat para dokter, untuk menghasilkan sebuah senyuman hanya dibutuhkan
17 otot wajah. Maka dari itu, tidak heran jika sering ditemukan orang
dengan usia 50-an tahun punya wajah masih tetap segar, ceria, dan sehat.
Berbeda dengan orang yang suka marah, hobinya cemberut, atau suka ngomel,
biasanya kelihatan lebih tua. Memang tiga aktivitas terakhir membutuhkan
32 otot wajah, inilah yang menjadi penyebabnya.
- Dari segi sosial
Dari segi sosial, senyuman merupakan suatu bentuk keakraban dalam pergaulan
masyarakat. Ini akan dapat menambah suasana lebih hangat dan indah. Karena
memang ketika melihat orang yang murah senyum, akan terasa menyenangkan.
Bahkan apabila hidup ini tidak sepi dari nuansa aktivitas yang dicontohkan
oleh Rosulullah SAW ini, insyaallah akan menambah semangat hidup.
Senyum memang sesuatu yang hebat. Senyuman penuh ketenangan akan mampu
meluluhkan kemarahan orang. Untuk itu dalam pergaulan hendaknya kita membiasakan
diri bersikap tenang dan murah senyum. Bila kita mampu melaksanakan sesuai
dengan apa yang diajarkan Rasulullah SAW, maka pertengkaran dan permusuhan
dapat ditekan. Hendaklah kita menciptakan nuansa yang seperti ini, setiap
kehidupan kita tapaki dengan penuh ketulusan dan ketenangan. Hendaklah itu
kita lakukan baik ketika bertegur sapa di jalan, bertelepon, berkomunikasi
dengan teman, atau orang tua. Insyaallah kebaikanlah yang datang. Asal lihat-lihat
situasi dan kondisi, jangan kebablasan. Kalau terlihat senyum-senyum terus,
nanti dikira kurang waras.
Ayo, tunggu apalagi ? Budayakanlah senyum dan salam keramahtamahan di MAYOGA
yang tercinta ini. Kini kita sudah tahu hikmah dan manfaat dari senyum itu
sendiri, maka bergegaslah memperbaiki diri kita dengan senyuman dari hati
yang paling dalam (seperti lagunya Raihan yang berjudul “Senyum”).
Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari akibat kita susah untuk tersenyum.
Mari kita latih diri kita untuk senyum dengan tulus, dimana saja dan kapan
saja. Senyum akan membuat suasana terasa indah. Selain membuat kita merasa
bahagia, orang lain pun menjadi tertarik dengan kemuliaan sikap kita. Karena
itu hadapilah perjalanan hidup kita dengan senyuman yang tulus.
Sumber: Aa Gym 5s dan el-fata
|
 |
|