Majalah Siswa & Warga MAN Yogyakarta III  
  Edisi 12 | Mei 2003      home | daftar isi | terkini | arsip  
         
   

Curhat

Rubrik ini untuk Antum...
Silakan tulis komentar, kritik, saran dan pikiran-pikiran Antum tentang segala sesuatu yang dapat menjadi masukan bagi KREATIF maupun Madrasah kita pada umumnya.

Pelayanan Kafe Tidak Ramah

Bapak saya ingin membicarakan sesuatu tentang kantin. Pak saya mau bertanya mengapa penjual dari luar tidak boleh masuk ke sekolah, padahal di kantin kan penuh dan bosen makanannya itu terus dan ingin ganti suasana yang baru. Jadi kami semua ingin penjual yang ada diluar masuk.Terus, sekarang itu kafe kotor, perlengkapannya berkurang satu-persatu, seperti sendok, dan yang paling penting kursinya! Masa sih disuruh makan sambil berdiri? Dan yang terakhir, pelayanan di kafe sama sekali tidak ramah. Menyebalkan kalau dilihat, berbeda jauh jika yang membeli adalah para guru. Semoga permohonan saya dikabulkan. Bila ada kata yang salah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Dari: Pelanggan kafe

Kritik untuk Kelas

Kami selaku siswi-siswi di Mayoga ingin menyampaikan kritikan di kelas kami.

  1. Bila bel tanda ganti pelajaran, kami sering tidak mendengar karena kelas kami terpencil.
  2. Prasarana untuk kelas membatik, kami kekurangan tempat bila sedang berpraktek.
  3. Menurut kami kafe sekarang kotor, kursi hilang, sendok berkurang, rasa makanan pun menjadi tidak karuan, mbok tolong citra kafe diperbaiki. Dan juga layani pembeli dengan ramah!

Sekian dari kami atas kebijaksanaannya kami haturkan terima kasih.

Dari: Siswi-siswi 2IPS3

Mayoga Tak Terkenal di Desa

Pak begini lho, akhir-akhir ini Bapak sering tampil di Televisi. Bapak sering mengatakan bahwa Mayoga saat ini sudah terkenal, tapi di desa saya banyak orang yang belum mengetahui keberadaan Mayoga, mereka mengira saya sekolah di MAN 1, dan ketika saya bercerita kepada mereka tentang keunggulan-keunggulan Mayoga mereka tidak percaya. Padahal saya ingin sekali Mayoga dikenal di pelosok desa. Bagaimana ya Pak cara mengatasinya?

Dari: Ana yang lagi pusyiiing

Saran Pengajaran

Langsung saja, saya sebagai siswa MAN III, menyarankan perbaikan cara pengajaran guru di sini, misalnya:

  1. Cara pengajaran kesenian. Pelajaran kesenian itu memang sulit. Wajar kalau kami semua sulit menerima pelajaran itu. Tapi janganlah menambah kesulitan kami, karena salah satu cara untuk memudahkan diterimanya pelajaran adalah bila kita senang pada pelajaran dan guru yang mengajar. Apabila guru sudah tidak simpatik dengan murid-muridnya, selalu cemberut, bagaimana murid akan senang.
  2. Cara pengajaran Aqidah Akhlak. Jangan galak-galak dong!

Jujur saja, saya sekolah di MAN III ini ada senang juga ada susahnya. (Maaf kalau saya buka permasalahan ini). Masalah SKOR, saya amat sangat tidak setuju tentang itu. Terutama point tidak mengerjakan PR, kenapa kok diskor? Katanya MAN III = MAN Percontohan, kok malah kita mencontoh sekolah yang sudah menerapkan skor. Apa sih tujuannya?
Sekali lagi maaf atas kelancangan kami. Terima kasih

Kami dari kelas (……)

Uneg-uneg untuk Kepsek

Sebelumnya saya mohon maaf… Saya di sini hanya akan menyampaikan sedikit uneg-uneg saya. Langsung saja ya, Pak!!!

  1. Saya sangat senang dengan adanya peraturan baru di MAYOGA, karena dengan begitu madrasah kita sudah sedikit-sedikit akan meraih predikat 'Madrasati jannati'. Tetapi sedikit yang saya agak kurang setuju, yaitu masalah shalat dhuha yang di Masjid masak harus pakai surat izin guru piket segala. Padahal jelas-jelas niat saya ingin shalat dhuha. Meskipun dari pihak madrasah telah menyediakan aula untuk sholat dhuha, tapi bagi saya itu gimana gitu lho, Pak !
  2. Masalah ketertiban seragam. Insyaallah Pak, saya mewakili teman-teman saya sebisa mungkin kami akan menjaga baju kami. Tapi tolong Pak, Bapak juga berkenan menegur guru-guru putri yang masih belum bisa memberi contoh kepada kami. Misalnya ada satu dua guru putri yang pakai jilbab masih kelihatan rambut depannya. Dan yang jadi pertanyaan saya, kenapa Bapak mengizinkan guru-guru putri pakai celana waktu mengajar. Itu kan kelihatan sangat norak, maksud saya tidak kelihatan pakaian muslimah. Padahal siswinya disuruh pakai pakaian sesuai dengan ketentuan pakaian muslimah, tapi kenapa gurunya malah pakai celana yang seperti itu. Bagi saya itu kurang bagus Pak.
  3. Masalah tempat wudhu di depan aula. Kalau bisa tempat wudhu diberi hijab. Kasihan kan Pak yang putri. Masak aurat kita harus terlihat oleh laki-laki.
  4. Untuk wisuda kelas III, apakah Bapak telah memberikan kepastian masalah pakaiannya? Berikanlah keputusan yang benar-benar terbaik buat kami khususnya buat putri-putri Bapak. Jangan sampai Bapak memutuskan pakaian wisuda kami, pakaian kebaya. Kami kurang setuju. Meskipun acara ini masih lama, tapi perlu dipikirkan mulai sekarang.

Demikianlah Pak beberapa uneg-uneg untuk mewakili teman-teman saya. Saya mohon Bapak berkenan mengabulkan segala permohonan kami. Kurang dan lebihnya saya mohon maaf.

Dari: putri bapak Kelas III A

Jawaban Kepala Madrasah

Terima kasih atas semua kritik dan saran anak-anak dan insyaallah akan saya terima dengan segala senang hati karena memang saran dan kritik tersebut sangat bermanfaat bagi upaya kita menuju kondisi yang lebih baik.

  1. Tentang kafe
    BPUM (Badan Pengelola Usaha madrasah) akan segera membenahi masalah kebersihan, keramahan pelayanan, keberagaman menu, kelengkapan fasilitas dan (sementara) tanpa memasukkan pedagang luar, mengingat kebersihan, etika makan, keamanan dan lain-lain.
  2. Publikasi MAYOGA
    Secara bersama-sama mari kita sosialisasikan tentang MAYOGA kita . Dan mulailah dari diri kita sendiri.
  3. Operasional pembelajaran
    Mengubah kebiasaan termasuk cara mengajar bukanlah pekerjaan ringan. Untuk itu madarasah selalu mengusahakan upaya peningkatan profesionalitas guru (setiap hari rabu) dan upaya lain yang sedang dan akan selalu kita kerjakan agar harapan anda secepatnya terpenuhi. Percayalah!
  4. Tentang skor
    Inilah shock therapy yang dilakukan madrasah. Tentu perlu evaluasi, apakah cara ini tepat apa tidak. Yang jelas langkah ini demi peningkatan kedisiplinan kita, semua yang ujung-ujungnya adalah peningkatan mutu MAYOGA.
  5. Shalat dhuha
    Bersabarlah, untuk sementara ini belum bisa kami penuhi, karena terkait dengan faktor lain (termasuk kedisiplinan dan keamanan) . Shalat dhuha tetap anda lakukan di aula, bahkan kalau perlu di ruang kepala madrasah.
  6. Seragam dan pakaian guru putri
    Insyaallah pemakaian jilbab guru akan selalu kami pantau. Tentang celana panjang guru putri akan ditata kembali terutama baju yang lebih panjang lagi dan celana yang lebih longgar. Model ini kami ambil antara lain terkait dengan keamanan saat mereka naik motor.
  7. Hijab tempat wudhu
    Usul anda sangat baik, sedang kami cari cara terbaik yang irit tapi memadai, sebab hijab tidak berarti hanya memberi sekat antara kanan dan kiri, tentu juga dari belakang. Berilah masukan tambahan tentang teknis penghijabannya, sementara putri di kamar mandi.
  8. Pakaian Wisuda.
    Kita memang menginginkan agar wisudawan memakai pakaian nasional tetapi tentunya yang memenuhi kaidah berpakaian yang islami. Ini akan nampak sekali terutama bagi peserta putri, berpakaian minimal kan harus menutupi aurat, tidak menonjolkan bentuk tubuh, menunjukkan identitas sebagai muslimah, tampak bersih, indah dan serasi. Mari kita mencoba memberi contoh kepada masyarakat dengan berpakain nasional yang islami.