![]() |
Majalah Siswa & Warga MAN Yogyakarta III | |||||||
| Edisi 12 | Mei 2003 | home | daftar isi | terkini | arsip | |||||||
| >> |
Sistem Ujian Nasional Assalamu’alaikum wr. wb. Sobat kreatif-mania yang setia, ketemu lagi di rubrik STEMA (Seputar Teropong Mayoga).STEMA kali ini akan menyoroti adanya sistem ujian nasional yang baru, hingga gemparnya kakak-kakak kita kelas III yang kelabakan karena menjadi korban pertama dari sistem tersebut. Sudah tahu kan kalau Ujian Akhir Nasional (UAN) yang berlaku sekarang ini hanya 3 pelajaran yang diujikan oleh pemerintah yaitu Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia yang untuk lulus nilai rata-ratanya harus lebih dari 3. sedangkan pelajaran lain soalnya dibuat sendiri oleh sekolahan. Pokoknya susah deh kalau dipikirin. Udah ada peringatan lagi, kalau Mayoga terus-terusan begini yang lulus bisa-bisa cuma berapa, tidak ada 50 %. Aduh, kita-kita sampai ketakutan nggak bisa nerusin kuliah karena cuma mendapat predikat tamat tapi tidak lulus. Nah, supaya kita yang menjadi korban berikutnya tidak ikut jungkir balik kayak para korban pertama, kita harus siap-siap dari sekarang. Menyambut sisdiknas yang demikian menantang di era persaingan global ini. Jangan santai-santai, mari kita rancang masa depan kita yang lebih baik, menggalang prestasi, serta mantapkan visi dan aksi kita. Karena di masa ini orang yang malas dan dan tidak cakap hanya akan menjadi buangan dari orang-orang yang pandai. Dan yang penting adalah meningkatkan pribadi mandiri dan mental baja. Buang jauh-jauh yang namanya mengeluh dan lengah-lenguh (kayak sapi aja). Persiapkan pribadi kita menjadi pribadi kokoh yang berkarakteristik, dan tentu saja ultraprima (unggul terampil berpribadi matang). Jangan lupa dari segi agama. Kita kan siswa bercirikan islam, pribadinya harus yang islami pula. Kepandaian diimbangi dengan ketaatan beragama menyebabkan kita tidak sombong. Jangan sia-siakan amanah dari orang tua kita yang telah bekerja keras untuk membiayai sekolah kita. Bukan malah yang dipikirin umat pengen cepat pulang, wah dimana tuh semangatnya. Padahal udah disempat-sempatin bangun pagi-pagi, bayar spp mahal-mahal, inginnya cuma bolos. Malah ada kebudayaan baru membubarkan diri sendiri pulang seenaknya, pas gurunya masuk lho siswanya kok nggak ada, pada boikot pelajaran apa ya? Gimana tuh percuma sekolah kalau cuma seperti itu. Yang dinginkan cuma main ketemu sama teman-teman saja. Buang-buang waktu, tenaga, dan biaya. Lebih baik konsentrasikan diri untuk menghadapi tantangan yang menghadang di depan mata. Manfaatkan fasilitas yang sudah ada di sekolahan semaksimal mungkin. Jarang lho ada sekolahan yang fasilitasnya selengkap dan sebagus Mayoga, bersyukur dong! Jangan kalah sama SMU-SMU lain, tunjukkan daya saingmu! Terus disiplin itu perlu. Taati peraturan yang ada, jangan banyak protes. Walaupun harus menghadapi yang namanya Skor, tapi itu juga untuk menguji kita. Maksimalkan juga pelajaran agama yang kamu dapat dari madrasah untuk dimanfaatin di keseharian kamu. Ok, udahan dulu ya! Sampai jumpa di Kreatif yang lebih wah lagi. Semoga bermanfaat. Jaya selalu Mayoga. Wassalamu’alaikum wr. wb.
|