MAN Yogyakarta III

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Seputar Mayoga Upacara Hardiknas MAYOGA 2011

Upacara Hardiknas MAYOGA 2011

E-mail Cetak

 

MAYOGA melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2011 bersama MIN dan MTsN Yogyakarta 1. Petugas adalah siswa-siswi MAYOGA—Alamsyah Nur Arsyi bertugas menjadi pemimpin upacara. Sementara itu, pembina upacara adalah Kepala MIN Yogyakarta 1.

Pada peringatan Hardiknas tahun ini, Menteri Pendidikan Nasional menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh insan pendidikan, pemerintah daerah, organisasi yang bergerak di dunia pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya atas segala ikhtiar, kepedulian dan perhatian yang telah diberikan dalam membangun dan mengembangkan dunia pendidikan.

Tema Hari Pendidikan Nasional Tahun 2011 ini adalah Pendidikan Karakter Sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa. Subtemanya adalah Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti. Tema ini mengingatkan kembali kepada hakikat pendidikan yang telah ditekankan oleh Bapak Pendidikan Nasional kita yaitu Ki Hajar Dewantoro, Bapak Pendidikan. Pendidikan, kata Ki Hajar Dewantoro adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect), dan jasmani anak didik.

Menyikapi perkembangan aktual terhadap munculnya perilaku destruktif, anarkis, dan radikalis, pendidikan memiliki peran dan tanggung jawab yang besar. Oleh karena itu, Pak M. Nuh mengajak kepada para pemangku kepentingan pendidikan, terutama Kepala Sekolah, Guru, Pimpinan Perguruan Tinggi dan Dosen, untuk memberikan perhatian dan pendampingan lebih besar kepada peserta didik dalam membentuk dan menumbuhkan pola pikir dan perilaku yang berbasis kasih sayang, toleran terhadap realitas keanekaragaman yang dibenarkan oleh peraturan dan perundangan.

Dalam sambutannya, M. Nuh mencanangkan mulai tahun ajaran 2011/2012, pendidikan berbasis karakter akan dijadikan sebagai gerakan nasional, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai dengan Perguruan Tinggi, termasuk didalamnya pendidikan Nonformal dan Informal. Bersamaan dengan gerakan pendidikan berbasis karakter disiapkan generasi Indonesia 2045 yaitu pada saat menyongsong 100 tahun Indonesia merdeka.

 

“Kita mulai dengan memberikan perhatian khusus pada Pendidikan Anak Usia Dini. Merekalah, nantinya yang akan melanjutkan pembangunan Bangsa dan Negara Republik Indonesia,” saran M. Nuh yang dikutip dari sambutan beliau yang dibacakan pembina upacara. [Suk]